Langsung ke konten utama

Postingan

Setengah Maluku

Secara administratif, saya ini lahir, tumbuh, dan besar di Pulau Jawa. NIK KTP saya diawali angka yang menandakan saya adalah warga lokal yang sah. Tapi kalau ada orang yang bertanya seberapa jauh jiwa dan nasab saya terikat dengan tanah Maluku, jawaban saya akan selalu tegas: Setengah. Tidak kurang, tidak lebih. Setengah darah dan kebahagiaan saya tertinggal di sana, di sebuah kepulauan yang indah, di balik riak gelombang laut dan naungan Gunung Gamalama. Namun sebelum kita melangkah jauh sampai ke Maluku Utara, mari kita bicarakan dulu dua aktor utama yang bertanggung jawab atas lahirnya seorang Paus Minus ke dunia ini: Bapak dan Ibuk. Kalau ada kompetisi etos kerja tingkat nasional, saya berani bertaruh bahwa kedua orang tua saya akan melenggang mulus ke babak final. Jiwa workaholic yang ada dalam diri saya hari ini jelas tidak jatuh jauh dari pohonnya. Bapak dan Ibuk adalah tipe piantun yang rasanya kurang cocok kalau disuruh menganggur. Bahkan di era "pensiun...
Postingan terbaru

Mukadimah

Selamat datang di gubuk anyar saya. Seonggok wahana  yang diresmikan secara bersahaja: tanpa pemotongan pita, tanpa iringan tarian tradisional, dan tanpa tumpeng nasi kuning beserta uburampennya. Nama serius saya Rizky Saputra . Tapi, di gubuk ini —khusus di blog ini— pembaca wajib mengenal saya sebagai Paus Minus . Tidak bisa tidak! Dan ini adalah postingan pertama saya. Sebagai manusia yang lumayan rutin bermuhasabah, saya tahu betul bahwa netizen tidak sedang menunggu-nunggu kehadiran blog ini. Tidak ada orang yang bangun jam 5 pagi lalu berbisik pada dirinya sendiri, "Duh, kapan ya seorang Rizky Saputra bikin blog?" Tidak ada. Namun, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas eksistensi domain dan kuota internet yang sudah terlanjur saya bayar ini, saya merasa berkewajiban untuk menjawab satu pertanyaan krusial yang mungkin tidak pernah Anda tanyakan: Kenapa blog ini dinamai "Paus Minus"? Jawabannya adalah hasil racikan dari takdir anatomi yang agak sera...